Sebuah Harapan ...

Sebuah Harapan Membangun Peradaban Dunia Dalam Cinta Kasih, Kerendahan Hati, Kebenaran, Keadilan, Damai Sejahtera, dan Sukacita

Kita Memulai Segala Sesuatu

Hikmat

Kamis, 06 Desember 2018

Agama dan Implementasi Umat


Y.P. Ramlan | Agama dan Implementasi Umat

Agama bersumber dari Tuhan

Secara umum, agama merupakan tuntunan dari Tuhan agar manusia beribadah kepada-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan melakukan segala perintah-Nya agar menjadi manusia yang memiliki akhlak (moral) yang luhur dan mulia, dan menjadi makhluk yang sempurna di antara ciptaan Allah yang lain.

Agama mencakup beberapa eleman, antara lain:
  1. Diturunkan oleh Tuhan
  2. Pada umumnya melalui perantaraan malaikat
  3. Nabi sebagai utusan Allah
  4. Memiliki Kitab Suci
  5. Memiliki surat-surat pendukung dari tokoh-tokoh awal
  6. Memiliki wadah
  7. Memiliki tatanan yang baku
  8. Memiliki simbol
  9. Memiliki imam
  10. Memiliki umat
  11. Memiliki tempat ibadah
  12. Tidak berkesudahan sampai kiamat
  13. Dan lain sebagainya
Dengan berpedoman pada agama serta tuntunan Tuhan, setiap umat beragama akan terbentuk menjadi manusia berakhkak luhur nan mulia, menjadi pribadi yang baik dan benar sehingga berguna bagi sesama dan bagi kemuliaan Tuhan.

Dengan berpegang pada kitab suci sebagai tuntunan hidupnya, manusia akan berjalan dalam kebenaran menuju Tuhan.

Manusia beragama akan mencontoh sifat-sifat Tuhan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pernyataan iman dan kedekatannya kepada Tuhan. 

Implementasi umat beragama

Allah adalah kasih, Pribadi Maha Pengasih dan Penyayang yang mengasihi dan menyayangi segala makhluk ciptaan-Nya, baik kepada seluruh umat manusia, malaikat maupun ciptaan Tuhan yang lain. Allah mengasihi dan menyayangi seluruh umat manusia dari berbagai suku, etnis, kaum, bahasa, bangsa, dan agama di seluruh dunia dengan adil dan bijaksana.

Sebagai umat beragama, setiap umat yang beribadah kepada Tuhan akan mencontoh sifat-sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan menghadirkan sifat-sifat tersebut di tengah-tengah umat manusia dalam bentuk mengasihi dan menyayangi sesama manusia dengan adil dan bijaksana bagi segala suku, etnis, kaum, bahasa, bangsa, agama maupun kepercayaan, seperti halnya Tuhan mengasihi segala bangsa di seluruh dunia dengan kasih-Nya yang mulia.

Untuk implementasi lebih mendalam, manusia dapat mencontoh sifat Tuhan Yang Maha Pengampun yang mengampuni kesalahan dan dosa segala makhluk. Jika sebelumnya manusia memiliki hati yang mengandung kebencian dan pendendam, setelah mengenal Tuhan, ia memiliki hati penuh dengan pengampunan.

Manusia akan mencontoh Tuhan untuk dapat mengampuni sesama, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak mendengki, dan hatinya penuh dengan berbagai pemaafan dan pengampunan dalam berbagai hal, dan oleh karena sifat pengampunannya, ia hidup  penuh kesucian hati, cinta dan damai dengan semua makhluk.
Jadi akhirnya, umat beragama yang mengenal Allah dengan benar akan menjadi pribadi yang luhur nan mulia yang menghadirkan sifat-sifat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari seperti:
semua yang benar, semua yang mulia, semua yang luhur, semua yang agung, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, segala pengetahuan, kebijaksanaan, kemurnian hati, keikhlasan, kesabaran, kemurahan, kejujuran, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, kerendahan hati, empati, peduli, rasa hormat, rasa menghargai, cinta kasih, penguasaan diri, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, pemaaf, tidak menyimpan kesalahan orang lain, penuh sukacita, pembawa damai sejahtera, dan menjadi terang yang menyala di dunia.
Semuanya itu menjadi ciri khas atau karakteristik umat beragama yang beribadah kepada Tuhan.

Setiap umat beragama akan menjadi pengayoman, perteduhan bagi sesama, sehingga hubungan antarpribadi, antarkeluarga, antarsahabat, antartetangga, antaretnis dan antarsuku, antarnegara, antarbangsa, antarbahasa, antarumat, antaragama, antarmakhluk, dan hubungan dengan alam semesta, serta kasih ilahi bagi Tuhan terjaga keharmonisan dan keseimbangannya, dan semua itu ditujukan, dan dikembalikan bagi kemuliaan Allah.

Penutup

Mari! Kita bangun kepribadian diri sendiri dan umat manusia menjadi pribadi yang berakhlak luhur nan mulia dalam tatanan Tuhan! Kita tingkatkan yang baik menjadi lebih baik dan menjadi sempurna, dan menuntun bagi yang salah jalan menuju jalan yang benar.

Kita wujudkan cinta kasih dan perdamaian abadi di seluruh dunia antarpribadi, antarkeluarga, antarsahabat, antartetangga, antaretnis dan antarsuku, antarnegara, antarbangsa, antarbahasa, antarumat, antaragama, antarmakhluk, dan kasih ilahi bagi Tuhan. Amin.


Sebuah Harapan Membangun Peradaban Dunia Dalam Kebenaran dan Damai Sejahtera.

0 comments:

Posting Komentar



Contact Us

Y.P. Ramlan
+62(private)
Jakarta, Indonesia