Sebab ...
Kita dilahirkan dari satu keturunan yang sama, yaitu Adam.
Kita bernaung di bawah langit yang sama, yaitu Cakrawala.
Kita tinggal di satu tanah yang sama, yaitu Bumi.
Kita berada dalam gugusan galaksi yang sama, yaitu Bima Sakti.
Kita berada di alam yang sama, yaitu Alam Semesta.
Kita diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Allah.
Kita beribadah kepada Tuhan yang sama, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Kita merindukan tempat baka yang sama, yaitu Sorga.
Cinta kasih kepada Allah dan sesama manusia, serta kepada sesama makhluk Tuhan
Melakukan berbagai kebaikan kepada sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan
Saling mengampuni antar sesama manusia dan antar sesama makhluk Tuhan
Saling memperhatikan antar sesama manusia dan antar sesama makhluk Tuhan
Saling tolong menolong antar sesama manusia dan antar sesama makhluk Tuhan
Penuh rasa hormat kepada sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan
Menempatkan orang lain lebih tinggi dan lebih utama dari diri sendiri
Saling menjunjung tinggi derajat dan martabat sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan
Saling membahagiakan antar sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan
Dalam tatanan dan naungan Tuhan
Mari menyatukan kekuatan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang gilang-gemilang, dan membangun dunia, Bumi dan alam semesta dalam damai, dalam peradaban yang luhur dan mulia, dalam kepemimpinan yang amanah, dengan iman, akhlak, ilmu, dan teknologi dengan berlandaskan konstitusi, hukum bagi kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat, dengan penuh tanggung jawab, sebagai sarana beribadah kepada Allah, Tuhan segala bangsa!
1945-Berkelanjutan
Dalam tatanan dan naungan Tuhan Yang Maha Esa, dan atas dasar Pancasila, dan UUD 1945, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, mari menyatukan kekuatan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang gilang-gemilang, dalam peradaban yang luhur dan mulia, dalam kepemimpinan yang amanah, dengan iman, akhlak, ilmu, dan teknologi bagi kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia menuju bangsa yang beribadah kepada Allah!
Dahulu - Sekarang - Seterusnya
Mari membangun dunia, Bumi dalam damai sejahtera, hidup saling berdampingan antarbangsa sebagai sahabat dan keluarga, saling mencintai dan mengasihi, saling menolong, saling berbagi, saling menghormati, saling melindungi, saling memuliakan, saling meninggikan untuk menghadirkan kebahagiaan antarbangsa di seluruh dunia, dalam peradaban yang luhur dan mulia, menuju bangsa-bangsa yang beribadah kepada Allah, Tuhan segala bangsa!
Dahulu - Sekarang - Seterusnya
Bumi dan segala isinya serta seluruh alam semesta adalah ciptaan dan milik Allah yang ditujukan sebagai tempat untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang berkenan dan beribadah kepada Allah. Oleh karena itu mari dengan iman, akhlak, ilmu, dan teknologi kita kelola Bumi, langit, planet-planet, bintang-bintang, galaksi-galaksi, sistem dan hukum jagat raya dan seluruh isi alam semesta agar terjaga kesinambungan Alam Semesta, terpelihara sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaan hingga pada kesudahan (kiamat), bagi kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat, dengan penuh tanggung jawab, sebagai sarana beribadah kepada Allah.
Memaknai keberagaman di dunia ...
Tuhan menciptakan pria dan wanita berbeda, namun dalam perbedaan, ada saling ketertarikan, dan ingin saling membahagiakan.Tatkala mereka disatukan dalam perkawinan, menghasilkan sesuatu yang baru, yaitu keluarga. Mungkin itulah salah satu tujuan keberagaman di dunia. Mari keberagaman antarpribadi, antarkeluarga, antarsahabat, antartetangga, antaretnis dan antarsuku, antarnegara, antarbangsa, antarbahasa, antarumat, antaragama menjadikan daya tarik untuk saling mengasihi dan membahagiakan!
Pemersatu Segala Sesuatu ...
Jika kabel arus listrik positif dan negatif digabung, maka akan terjadi korsleting yang dapat menyebabkan ledakan maupun kebakaran. Namun tatkala di antara arus ada mediator sebuah lampu, maka akan menghasilkam terang dan keindahan. Demikianlah dengan kita. Segala perbedaan seperti suku, etnis, bangsa, iman, keyakinan, agama sungguh tidak dapat digabung, sebab dapat menyebabkan "letupan". Namun segala perbedaan dapat disatukan oleh sebuah mediator supaya menghasilkan terang benderang dan keindahan. Dan mediator itu adalah cinta kasih. Dengan cinta kasih segala perbedaan dapat disatukan menuju sukacita bersama.
Hidup dalam segala kerendahan hati ...
Tatkala berjalan mendongak ke atas sesungguhnya kita tidak melihat jalan, mungkin kita akan tersandung dan terjatuh. Namun tatkala kita berjalan menunduk, kita melihat jalan dan tidak jatuh. Sesungguhnya kesombongan, keangkuhan, takabur bagai kita mendongak ke atas yang akan membuat jatuh, sedangkan kerendahan hati bagai kita berjalan menunduk yang akan membawa kepada keselamatan. Semoga kita dapat hidup dalam segala kerendahan hati.
Memaknai cinta ...
Cinta merupakan suasana hati akan ketertarikan, keinginan untuk memiliki, menyayangi, dan keinginan untuk membahagiakan yang bersumber dari ekspresi jiwa. Cinta dapat membawa kepada kebahagiaan, namun ada kalanya menimbulkan kekecewaan. Di sisi lain ada kasih yang merupakan suasana batiniah akan kasih sayang, ketulusan, tanpa pamrih, kelemahlembutan, kerendahan hati, kedamaian, rasa hormat, penuh kebajikan, kerinduan untuk membahagiakan dan memuliakan orang lain. Kasih bersumber dari batiniah manusia. Semoga kita dapat meraih cinta dan kasih.
Tujuan Hidup Yang Sesungguhnya ...
Tatkala sedang tidur, sesungguhnya kita telah meninggalkan segala sesuatu, dan kita tidak dapat menikmati segala milik kita. Kenikmatan makanan tidak lagi terasa, harta yang telah kita raih tidak lagi teringat, jabatan tidak lagi berkuasa, pengetahuan yang kita miliki diam sejuta bahasa, orang-orang di sekeliling tidak kita rasakan kehadirannya, bahkan kita tidak dapat melakukan sesuatu. Pada saat tidur hanya satu yang dapat kita nikmati, yaitu kesehatan, dan satu hal utama yang selalu melekat dalam diri kita, yaitu anugerah dan penyertaan Tuhan. Oleh sebab itu selagi masih ada waktu, mari meraih dan menemukan Tuhan sesuai dengan iman kita masing-masing! Sebab, Tuhanlah tujuan hidup kita yang sesunggunya!
Meraih puncak kehidupan ...
Tatkala perjalanan telah sampai di puncak, kita dapat menikmati hasil atas jerih payah dari perjuangan kita. Namun, jangan sampai kita terlena, dan berhenti di sana! Carilah puncak yang lebih tinggi, dan raihlah puncak kehidupan! Bertumbuh dan bertumbuh semakin baik, berkenan dan sempurna.
Manusia adalah makhluk yang paling mulia ...
Tatkala emas jatuh ke tanah yang berlumpur, maka akan mengurangi keindahan emas. Namun, tatkala emas dikenakan di tubuh, emas menjadi bernilai. Manusia adalah makhluk yang paling mulia di antara ciptaan Allah yang lain. Tatkala kita jatuh dalam "lumpur" akan menghilangkan kemuliaan. Tatkala kembali ke tempat yang benar, kita akan kembali bersinar di hadapan-Nya. Mari menempatkan diri kita di tempat yang bersih, terus membangun akhlak, moral, dan karakter yang mulia, dengan menumbuhkan cinta kasih bagi sesama, terutama cinta kasih ilahi bagi Sang Pencipta!